April 2008


dari sebuah milis:

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang
pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua
sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif
(tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang
masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi.

Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA
tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah
tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain.
Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di
jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap
berada di jalur yang seharusnya? (more…)

Hey kamu!

“Hei!! sini dong..!”
Kalau kita sedang serius berjalan misalnya, tiba-tiba terdengar suara “Hei!!”, apa reaksi kita? 90% mungkin akan menoleh ke arah suara tersebut. Kenapa? Karena kita merasa dipanggil oleh suara tersebut.

(more…)

“Ups… belum lima detik…”. Eh.. blum lima detik ato lima menit ya?? Hmm.. lupa-lupa ingat nih…. Yang jelas kalimat itu sudah jadi kalimat populer di mana-mana… Semula saya berpikir kalimat itu dipoluperkan oleh salah satu iklan di TV tentang produk pembersih lantai (Sebaiknya saya tidak menuliskan mereknya). Lalu, darimana datangnya istilah itu??

 
 

(more…)

pulisi ”Menjitak Kepala Pak Polisi”, itu bukan judul film, bukan judul lagu, bukan judul novel, bukan nama toko, bukan peribahasa. Tapi itu adalah cita-cita terbesar saya. Kurang lengkap rasanya hidup ini tanpa melakukan hal tersebut. Mungkin kalo menjitak rasanya seram juga ya?.. Baiklah.. kita beri sedikit toleransi. Bagaimana kalau “Melempari Kepala Pak Polisi”. Ini sedikit lebih mudah sebab bisa dilakukan dari jarak jauh dan sembunyi-sembunyi.
Tanya kenapa? Alasannya adalah, polisi adalah makhluk yang paling (maaf) menyebalkan yang pernah hidup di muka bumi ini. Maap buat yang berprofesi sebagai polisi atau mempunyai kerabat seorang polisi. Ada gejala yang lagi ngetrend di masyarakat, yaitu “Generalisasi Kejelekan”.

(more…)

Sesuatu yang penting kadang dianggap tidak penting.

Sesuatu yang sekilas terlihat tidak penting, ternyata adalah hal yang sangat penting.

Jika penting dimaknai positif, maka tidak penting adalah negatif. Tidak ada setengah penting, tidak ada netral, tidak ada sangat penting. Hanya dua pilihan, penting atau tidak penting. Seperti halnya, hidup atau mati. Tidak boleh dua-duanya, tidak boleh juga tidak satupun. Harus satu pilihan.

Penting atau tidak penting?

Bagaimana dengan kasus di mana menurut saya penting, sedangkan menurut yang lain tidak penting. Apakah ini penting? Ya.. ini penting, dan kasus itu tentu saja masuk kategori penting.

Heh??? Jadi bingun..