<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Penting atau Tidak Penting?</title>
	<atom:link href="http://iwnya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iwnya.wordpress.com</link>
	<description>tergantung dari mana melihatnya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 May 2008 06:45:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='iwnya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5a08f62414bb982b6894e729f13a4e5b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Penting atau Tidak Penting?</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pelangi&#8230; ke manakah kamu?</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com/2008/05/07/pelangi-ke-manakah-kamu/</link>
		<comments>http://iwnya.wordpress.com/2008/05/07/pelangi-ke-manakah-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 06:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[langit]]></category>
		<category><![CDATA[pelangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwnya.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[
Seusai magrib, di kantor.. iseng-iseng ke balkon eh teras belakang.. hirup udara malam yang segar sambil ngambil gambar suasana pada saat itu. Alhamudillah di daerah sini masih lumayan ada beberapa pohon-pohon yang mungkin sudah menjadi makhluk hidup yang hampir punah alias kalah bersaing dengan gedung-gedung tinggi di Jakarta.
Kemampuan tanaman sebagai penyaring udara sudah kalah jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=14&subd=iwnya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/05/pelangi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-15" src="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/05/pelangi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pelangi" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Seusai magrib, di kantor.. iseng-iseng ke balkon eh teras belakang.. hirup udara malam yang segar sambil ngambil gambar suasana pada saat itu. Alhamudillah di daerah sini masih lumayan ada beberapa pohon-pohon yang mungkin sudah menjadi makhluk hidup yang hampir punah alias kalah bersaing dengan gedung-gedung tinggi di Jakarta.<br />
Kemampuan tanaman sebagai penyaring udara sudah kalah jauh dengan teknologi yang bernama AC. Malah di beberapa tempat, fenomena alam yang bernama embun dan pelangi sudah hilang sama sekali. Coba ingat, kapan anda terakhir kali melihat pelangi. Syukurlah kalo anda masih bisa menikmatinya. Yang jelas saya mungkin salah satu orang yang kangen mau melihat lukisan fantastis tersebut. Kata buku, katanya pelangi biasanya muncul setelah hujan. Ah&#8230; teori&#8230; Itu cuma berlaku di daerah yang udaranya masih bersih.</p>
<p><span id="more-14"></span><br />
Sewaktu kecil dulu, hampir tiap pagi saya melihat pelangi di sebelah timur dengan latar belakang siluet pegunungan. Kebetulan rumah saya menghadap persis ke timur, dan di depan rumah hanya ada lapangan rumput yang cukup luas. Lapangan rumput itu pula yang memperkenalkan saya kepada embun. Saya dulu sering bertanya-tanya, kenapa rumput ini selalu basah tiap pagi, padahal semalam tidak hujan.<br />
Beberapa tahun kemudian, lapangan rumput itu sudah dikelilingi oleh pondasi batu, dan sebagian sudah ditutupi oleh tanah yang dipadatkan dan diratakan. Bahkan di salah satu sudutnya telah dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat pembuangan sampah. (mengerikan)&#8230; Dan sekarang, lahan kosong itu pun &#8220;ditanami&#8221; dengan &#8220;tanaman raksasa&#8221; yang terbuat dari beton dan batu bata.<br />
Tentang pelangi, saya malah bertanya2 sekarang, jangan-jangan anak sekolah jaman sekarang hanya mengenal pelangi dan embun lewat buku-buku pelajaran mereka. Yaaa paling canggih mungkin lewat VCD atau CD pelajaran. Atau, mungkin mereka sudah menganggap pelangi itu hanya ada di negeri dongeng. Para bidadari kan turun ke bumi lewat pelangi.<br />
Atau, mungkin mereka mengira pelangi itu adalah lukisan seseorang yang bernama Agung?!? Sesuai dengan lirik di lagu Pelangi, &#8220;&#8230; Pelukismu Agung&#8230; siapa gerangan..&#8221;</p>
<p>Yaah..pelangi sudah cenderung hilang..digantikan dengan lampu-lampu di waktu malam. Sekilas memang tampak indah, tapi&#8230; tetep keindahan alami seperti pelangi punya kekuatan lain yang tidak hanya membuat hati merasa sejuk, tapi juga terharu dan takjub kepada Sang Pencipta.</p>
<p> </p>
<p>Pelangi adalah Bhinneka Tunggal Ika yang sesungguhnya. Semua warna ada di sana, mereka selalu bersatu, selalu dalam barisan yang benar. Sebuah perbedaan yang membentuk sebuah keindahan. Tidak ada garis yang membatasi antara merah dan kuning, maupun hijau dan biru. Semuanya berbaur, menyatu, bergradasi dengan sangat lembut dan anggun.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwnya.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwnya.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwnya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwnya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwnya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwnya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwnya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwnya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwnya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwnya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwnya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwnya.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=14&subd=iwnya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwnya.wordpress.com/2008/05/07/pelangi-ke-manakah-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21520b69442d05ef6afab9c3547cc238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/05/pelangi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pelangi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Sebuah Kereta</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/30/kasus-sebuah-kereta/</link>
		<comments>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/30/kasus-sebuah-kereta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 10:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwnya.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[dari sebuah milis:
Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang
pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua
sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif
(tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang
masih aktif.
Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=13&subd=iwnya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>dari sebuah milis:</p>
<p>Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang<br />
pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua<br />
sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif<br />
(tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang<br />
masih aktif.</p>
<p>Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA<br />
tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah<br />
tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain.<br />
Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di<br />
jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap<br />
berada di jalur yang seharusnya?<span id="more-13"></span></p>
<p>Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil<br />
Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya<br />
mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena<br />
dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak<br />
adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik secara moral<br />
maupun emosional.</p>
<p>Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang<br />
sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk<br />
bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena<br />
kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.</p>
<p>Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di<br />
masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak<br />
minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa<br />
bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang anak yang memilih<br />
untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah<br />
dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan menyesalkan kejadian<br />
tersebut.</p>
<p>Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan<br />
mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA<br />
yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.</p>
<p>Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.</p>
<p>Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang<br />
sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah<br />
berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut. Disamping itu, alasan sebuah<br />
jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila<br />
arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan<br />
nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah<br />
ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak,<br />
akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.</p>
<p>Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat.<br />
Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak<br />
selalu menjadi keputusan yang benar. &#8220;Ingatlah bahwa sesuatu yang benar<br />
tidak selalu populer dan sesuatu yang populer tidak selalu benar&#8221;.<br />
(penulis : -)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwnya.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwnya.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwnya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwnya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwnya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwnya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwnya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwnya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwnya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwnya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwnya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwnya.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=13&subd=iwnya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/30/kasus-sebuah-kereta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21520b69442d05ef6afab9c3547cc238?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hai.. sini dong!</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/10/hai-sini-dong/</link>
		<comments>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/10/hai-sini-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 04:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[panggil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwnya.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Yaa ayyuhalladziina 'aamanu..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=9&subd=iwnya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><a href="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/heyyou.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-10" src="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/heyyou.jpg?w=133&#038;h=99" alt="Hey kamu!" width="133" height="99" /></a></em></p>
<p><em>&#8220;Hei!! sini dong..!&#8221;</em><br />
Kalau kita sedang serius berjalan misalnya, tiba-tiba terdengar suara <em>&#8220;Hei!!&#8221;</em>, apa reaksi kita? 90% mungkin akan menoleh ke arah suara tersebut. Kenapa? Karena kita merasa dipanggil oleh suara tersebut.</p>
<p><span id="more-9"></span><br />
Mungkin juga ada suara yang memanggil, <em>&#8220;Halo, cowok..&#8221;</em>. Kalo kita seorang cowok tulen, kita mungkin akan menoleh, sedangkan yang tidak merasa cowok akan tetap berlalu dan tidak peduli. Kalau pun menoleh, dia mungkin akan bergumam, <em>&#8220;apa sih?&#8221;</em>.<br />
Atau.. ada suara yang memanggil, <em>&#8220;Halo, cantik&#8230;&#8221;</em>. Kalo kita merasa cantik, kita mungkin akan menoleh. Sedangkan yang tidak merasa cantik mungkin akan menoleh sambil bergumam, <em>&#8220;menghina ya?&#8221;</em></p>
<p><em></em><br />
Ada juga suara yang memanggil, <em>&#8220;Hai, monyet..&#8221;</em>. Kalo kita merasa monyet, kita mungkin akan menoleh. Sedangkan yang bukan monyet akan merasa tersinggung.<br />
Kalo ada suara yang memanggil, <em>&#8220;Hai, manusia..&#8221;</em>. Dan jika kita adalah manusia kita seharusnya menoleh, sedangkan yang tidak merasa manusia akan cuek saja.<br />
Ada pula suara panggilan, <em>&#8220;Hai, Dono!&#8221;</em>. Kalo kita mempunyai nama Dono, kita secara refleks akan menoleh. Jangankan Dono, yang bernama Domo pun kemungkinan besar akan merasa dipanggil. Sedangkan yang tidak bernama Dono mungkin akan menoleh dan kemudian bergumam, <em>&#8220;oh..bukan saya&#8221;</em>, atau..<em>&#8220;salah orang kayaknya..&#8221;</em>.<br />
Ada suara yang memanggil, <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman&#8230;&#8221;</em>. Apa reaksi anda? Merasa terpanggil?</p>
<p>Atau bergumam, <em>&#8220;ah..bukan saya ..&#8221;</em>.</p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwnya.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwnya.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwnya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwnya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwnya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwnya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwnya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwnya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwnya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwnya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwnya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwnya.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=9&subd=iwnya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/10/hai-sini-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/374ae5834e1c3a185d3302792ac9cfc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nyanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/heyyou.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hey kamu!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belum Lima Detik</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/08/belum-lima-detik/</link>
		<comments>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/08/belum-lima-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 04:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwnya.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ups&#8230; belum lima detik&#8230;&#8221;. Eh.. blum lima detik ato lima menit ya?? Hmm.. lupa-lupa ingat nih&#8230;. Yang jelas kalimat itu sudah jadi kalimat populer di mana-mana&#8230; Semula saya berpikir kalimat itu dipoluperkan oleh salah satu iklan di TV tentang produk pembersih lantai (Sebaiknya saya tidak menuliskan mereknya). Lalu, darimana datangnya istilah itu??
 
 

Ternyata istilah itu berasal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=6&subd=iwnya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Ups&#8230; belum lima detik&#8230;&#8221;. Eh.. blum lima detik ato lima menit ya?? Hmm.. lupa-lupa ingat nih&#8230;. Yang jelas kalimat itu sudah jadi kalimat populer di mana-mana&#8230; Semula saya berpikir kalimat itu dipoluperkan oleh salah satu iklan di TV tentang produk pembersih lantai (Sebaiknya saya tidak menuliskan mereknya). Lalu, darimana datangnya istilah itu??</p>
<p> <br />
 <a href="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/kue-di-lantai.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-7" src="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/kue-di-lantai.jpg?w=149&#038;h=108" alt="" width="149" height="108" /></a></p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p>Ternyata istilah itu berasal dari guyonan lama para ibu rumah tangga di daerah Amrik Utara dan yu-kei. &#8220;Five-second rule&#8221;&#8230; demikian nama aslinya. Entah bagaimana datangnya aturan itu. Namun yang jelas, yang jadi pertanyaan, apa benar makanan yang jatuh ke lantai akan bebas dari kuman asal belum lebih dari lima detik??&#8230; hmm.. Pertanyaan bodoh.. Bagaimana kalo yang jatuh itu es krim misalnya&#8230; walopun baru satu detik, apa kita mau memungut dan memakannya lagi. Yeeaaakkk.. Kalo anak kecil sih hayuk..go on&#8230; siapa takut, yang penting nggak ada yang liat. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <br />
Tapi yang lebih bodoh lagi, ada yang melakukan percobaan mengenai hal ini. Seorang mahasiswa dari Universitas Illionis, namanya&#8230; (ah.. Sebaiknya saya tidak menuliskan namanya) dan seorang kandidiat doktor dari Universitas yang sama. Mereka mecoba meneliti makanan yang sudah disebar di lantai yang kering di sekitar kampus. Dan ternyata.. apa yang terjadi?? Hmm.. tunggu sebentar.. saya baca dulu ya&#8217;?</p>
<p> <br />
Ooo.. kemudian yang terjadi adalah mereka hanya menemukan sedikit bakteri yang menempel pada makanan tersebut. Jadi mereka berkesimpulan, makanan yang jatuh di lantai kering (dan bersih tentunya) aman untuk dimakan&#8230; (dimakan siapa dulu nih, manusia ato kucing??)</p>
<p> <br />
Trus, percobaan selanjutnya, mereka menyebarkan bakteri E.Coli (bakteri yang sangat terkenal itu lho.. duh.. amit-amit kalo blum kenal sama do&#8217;i) di lantai laboratorium. Kemudian mereka menaruh makanan jenis gummy dan cookies&#8230; (hmm..nyam.. i like cookies). Mereka meletakkan itu dalam selang waktu yang berbeda-beda. Kemudian mereka mengintip lewat mikroskop. Apa yang terjadi??&#8230; Hmm.. kali ini saya tidak perlu baca lagi. udah hapal kok.</p>
<p> <br />
Yang terjadi adalah bakteri-bakteri itu berhasil menggerogoti makanan tersebut kurang dari lima detik!! Waaw.. luarr biasa. Ups.. I mean&#8230; &#8220;five-second rule&#8221; telah dipatahkan!!. Yaaa.. wallahu a&#8217;lam sih.</p>
<p> <br />
Penelitian bodoh yang mereka lakukan selanjutnya adalah mereka melakukan<br />
survey di masyarakat tentang &#8220;five-second rule&#8221; ini. Dan&#8230; survey membuktikan&#8230; 70% wanita dan 60% pria memegang aturan ini dalam hidup mereka, jadi.. kalo ada makanan jatuh di lantai mereka tetap memakannya sebelum tergeletak selama 5 detik. Dan.. survey lainnya adalah makanan jenis cookies dan permen adalah yang paling banyak diterapkan &#8220;five-second rule&#8221; ini.</p>
<p> <br />
Hmmm&#8230; kalo kita kebanyakan sih.. mo 5 detik ato 5 menit&#8230; tetap aja dilahap.. apalagi kalo makanan itu cuma satu-satunya dan ditambah dengan kondisi perut yang mencekam.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>nb : Mahasiwa di atas memenangkan nobel untuk Public Health di tahun 2004 lalu. Waaw.. ternyata dia tidak bodoh!!</p>
<p> <br />
sumber:<br />
1. ask.yahoo.com<br />
2. wikipedia, keyword : &#8220;five-second rule&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwnya.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwnya.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwnya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwnya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwnya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwnya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwnya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwnya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwnya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwnya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwnya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwnya.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=6&subd=iwnya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/08/belum-lima-detik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/374ae5834e1c3a185d3302792ac9cfc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nyanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/kue-di-lantai.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menjitak Kepala Pak Polisi</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/04/menjitak-kepala-pak-polisi/</link>
		<comments>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/04/menjitak-kepala-pak-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 08:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[jelek]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwnya.wordpress.com/2008/04/04/menjitak-kepala-pak-polisi/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8221;Menjitak Kepala Pak Polisi&#8221;, itu bukan judul film, bukan judul lagu, bukan judul novel, bukan nama toko, bukan peribahasa. Tapi itu adalah cita-cita terbesar saya. Kurang lengkap rasanya hidup ini tanpa melakukan hal tersebut. Mungkin kalo menjitak rasanya seram juga ya?.. Baiklah.. kita beri sedikit toleransi. Bagaimana kalau &#8220;Melempari Kepala Pak Polisi&#8221;. Ini sedikit lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=5&subd=iwnya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="pulisi" href="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/pulisi.jpg"><img src="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/pulisi.thumbnail.jpg" alt="pulisi" /></a> &#8221;Menjitak Kepala Pak Polisi&#8221;, itu bukan judul film, bukan judul lagu, bukan judul novel, bukan nama toko, bukan peribahasa. Tapi itu adalah cita-cita terbesar saya. Kurang lengkap rasanya hidup ini tanpa melakukan hal tersebut. Mungkin kalo menjitak rasanya seram juga ya?.. Baiklah.. kita beri sedikit toleransi. Bagaimana kalau &#8220;Melempari Kepala Pak Polisi&#8221;. Ini sedikit lebih mudah sebab bisa dilakukan dari jarak jauh dan sembunyi-sembunyi.<br />
Tanya kenapa? Alasannya adalah, polisi adalah makhluk yang paling (maaf) menyebalkan yang pernah hidup di muka bumi ini. Maap buat yang berprofesi sebagai polisi atau mempunyai kerabat seorang polisi. Ada gejala yang lagi ngetrend di masyarakat, yaitu &#8220;Generalisasi Kejelekan&#8221;.</p>
<p><span id="more-5"></span><br />
Ya.. orang suka men-generalisasikan kejelekan sesuatu, padahal belum tentu semua sesuatu itu jelek. Misalnya, kita membeli jeruk di pasar, ternyata jeruknya sudah lewat tanggal kadaluarsanya alias basi bin busuk. Kulitnya saja yang kencang, tapi isinya sudah keriput.<br />
Apa reaksi kita?.. Kita akan mem-blacklist penjual jeruk tersebut dan menanamkan dalam hati sedalam-dalamnya &#8220;jangan beli jeruk lagi di situ! Jeruknya pada busuk&#8221;.</p>
<p>Padahal.. belum tentu semua jeruknya gitu kan?.. Lebih parah lagi kalo misalnya jeruk itu dijual di pasar dan di situ banyak penjual jeruk, maka orang cenderung akan menganggap bahwa semua jeruk di pasar itu tidak penting, maksud saya tidak oke!!..</p>
<p>Tidak hanya penjual jeruk, penjual kacang juga begitu, penjual jagung rebus, penjual batu bata, penjual ikan asin, sampai ke penjual pakaian dalam. Selain jualan atau barang, hal lain yang sering digeneralisasikan kejelekannya adalah profesi. Yaa polisi itu salah satunya. Kita ambil contoh lain selain polisi deh. Mmm.. misalnya penjual jeruk. (GUBRAK!!). Eh.. mm&#8230; misalnya apa ya?..</p>
<p>Misalnya mmm.. Dokter di sebuah rumah sakit. Mungkin suatu hari kita pernah berobat ke dokter dan ternyata hasilnya mengecewakan, dan akhirnya memutuskan untuk tidak kembali ke dokter tersebut, paling parah mungkin kita akan menganggap semua dokter di rumah sakit itu payah semua. Padahal, belum tentu begitu.</p>
<p>Contoh lain adalah dalam hal bepergian misalnya. Mau naik pesawat tapi airlines yang bersangkutan pesawatnya pernah (atau sering) kecelakaan, akhirnya kita menganggap semua pesawat di arilines itu tidak beres. Demikian juga dengan bis kota, kereta api, dll.</p>
<p>Saya pernah kecopetan di sebuah bis kota, dan setelah itu bis dengan nomer trayek yang sama saya anggap sebagai bis kriminal, kudu ekstra hati2 kalo naik bis itu lagi. Dan sampai sekarang, kalau memang tidak terdesak, saya tidak akan mau naik bis yang bernomor trayek (jurusan) yang sama.</p>
<p>Itulah generalisasi kejelekan. Sebenarnya menganggap semua orang suka meng-generalisasi kejelekan itu adalah sebuah bentuk generalisasi kejelekan juga.. hehe.</p>
<p>Bagaimana dengan kebaikan atau kelebihan sesuatu? Apakah ada juga generalisasinya? Ada, tapi sangat sedikit jumlahnya, susah dilakukan.</p>
<p>Tidak salah nenek moyang kita membuat salah satu mahakarya Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga.<br />
Kembali ke polisi, polisi yang harusnya membantu masyarakat kok malah banyak yang menyusahkan masyarakat. Kalo masyarakat yang menyusahkan polisi itu wajar karena memang tugas polisi menstabilkan masyarakat. Tapi&#8230;. entahlah, tanya kenapa?</p>
<p>Generalisasi kejelekan polisi yang saya alami sudah pada stadium nasional, artinya semua polisi di seluruh pelosok negeri ini adalah target penjitakan saya.</p>
<p>Apakah anda juga mau membatu saya menjitak kepala polisi?.. Bagaimana?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwnya.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwnya.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwnya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwnya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwnya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwnya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwnya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwnya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwnya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwnya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwnya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwnya.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=5&subd=iwnya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/04/menjitak-kepala-pak-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/374ae5834e1c3a185d3302792ac9cfc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nyanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwnya.files.wordpress.com/2008/04/pulisi.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pulisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penting!!</title>
		<link>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/03/hello-world/</link>
		<comments>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 03:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Sesuatu yang penting kadang dianggap tidak penting.
Sesuatu yang sekilas terlihat tidak penting, ternyata adalah hal yang sangat penting.
Jika penting dimaknai positif, maka tidak penting adalah negatif. Tidak ada setengah penting, tidak ada netral, tidak ada sangat penting. Hanya dua pilihan, penting atau tidak penting. Seperti halnya, hidup atau mati. Tidak boleh dua-duanya, tidak boleh juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=1&subd=iwnya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sesuatu yang penting kadang dianggap tidak penting.</p>
<p>Sesuatu yang sekilas terlihat tidak penting, ternyata adalah hal yang sangat penting.</p>
<p>Jika penting dimaknai positif, maka tidak penting adalah negatif. Tidak ada setengah penting, tidak ada netral, tidak ada sangat penting. Hanya dua pilihan, penting atau tidak penting. Seperti halnya, hidup atau mati. Tidak boleh dua-duanya, tidak boleh juga tidak satupun. Harus satu pilihan.</p>
<p>Penting atau tidak penting?</p>
<p>Bagaimana dengan kasus di mana menurut saya penting, sedangkan menurut yang lain tidak penting. Apakah ini penting? Ya.. ini penting, dan kasus itu tentu saja masuk kategori penting.</p>
<p>Heh??? Jadi bingun..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwnya.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwnya.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwnya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwnya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwnya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwnya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwnya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwnya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwnya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwnya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwnya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwnya.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwnya.wordpress.com&blog=3361840&post=1&subd=iwnya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwnya.wordpress.com/2008/04/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/374ae5834e1c3a185d3302792ac9cfc6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nyanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>